Mengapa Cina Sangat Berprestasi Dalam Olimpiade Matematika Internasional?

Share
Sejak pertama kali mengikuti Olimpiade Matematika Internasional (International Mathematical Olympiad) tahun 1985 di Joutsa, Finlandia sampai dengan IMO tahun 2008 di Madrid, Spanyol, siswa-siswa sekolah menengah dari Cina telah berhasil mengumpulkan 101 medali emas, 26 perak dan 5 perunggu. Bandingkan dengan Indonesia yang sampai sekarang baru berhasil mendapat 3 medali perak dan 12 perunggu sejak [...]

Sejak pertama kali mengikuti Olimpiade Matematika Internasional (International Mathematical Olympiad) tahun 1985 di Joutsa, Finlandia sampai dengan IMO tahun 2008 di Madrid, Spanyol, siswa-siswa sekolah menengah dari Cina telah berhasil mengumpulkan 101 medali emas, 26 perak dan 5 perunggu. Bandingkan dengan Indonesia yang sampai sekarang baru berhasil mendapat 3 medali perak dan 12 perunggu sejak pertama kali ikut IMO tahun 1988 di Canberra, Australia. matematika cina juara olimpiade Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan siswa-siswa Cina menjadi sangat luar biasa dalam IMO? Yang paling utama adalah sistem pendidikan di Cina yang dapat membuat siswa sangat tertarik dengan matematika dan dapat mengidentifikasi siswa-siswa yang potensial dalam bidang tersebut. Dalam hal inilah Cina sangat unggul.

Guru-guru matematika di Cina tidak memerlukan banyak pelatihan dalam pengembangan profesinya, tetapi mereka sangat spesialis dan mau bekerja keras dalam mendalami profesinya. Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah banyak sekali guru matematika di Cina yang menggemari dan menggeluti kompetisi matematika. Cina mempunyai jaringan pelatih khusus untuk kompetisi matematika di seluruh negeri yang dapat mengidentifikasi dan membimbing siswa-siswa yang berbakat matematika.

Setiap tahun lebih dari 10 juta siswa sekolah menengah di Cina yang berpartisipasi dalam kompetisi matematika. Menurut Zuming Feng (team leader tim IMO Amerika Serikat) yang dilahirkan dan dibesarkan di Cina sebelum berimigrasi ke Amerika Serikat, di Cina terdapat banyak sekali guru matematika sekolah menengah di Cina yang mengabdikan profesinya khususnya dalam kompetisi matematika.

Kemampuan matematika yang mendalam juga menjadi syarat dalam ujian masuk perguruan tinggi di Cina. Soal ujian tersebut selalu terdiri dari tiga atau lima soal matematika yang berbentuk pembuktian. Sebagai akibatnya siswa-siswa Cina sudah terbiasa menghadapi soal-soal matematika level olimpiade. Faktor terakhir adalah sistem pembinaan yang sangat keras untuk menghadapi IMO. Meskipun tidak melalui model pelatihan jangka panjang, siswa-siswa yang mewakili Cina di IMO paling sedikit harus melewati sepuluh tes yang selevel dengan IMO.

Referensi: Olson, Steve, 2004, Countdown: the Race for Beautiful Solutions at the International Mathematical Olympiad, New York: Houghton Mifflin Company. www.imo-official.org

Dipublikasi ulang dari Buletin Ringan URP PPPPTK Matematika Yogyakarta

Tags: ,

8 Comments

  1. Gali on February 8, 2010 | Permalink

    China memang hebat. Bukan hanya guru matematika saja yang mengabdikan diri thd profesi tapi hampir semua guru mata pelajaran melakukan penelitian bagaimana supaya bahan pelajarannya bisa lebih berkualitas dan merangsang ketertarikan siswa untuk mempelajarinya.

  2. Muliadi on April 3, 2010 | Permalink

    terima kasih..buku ini cukup membantu dalam mengembangkan potensi anak…kalau bisa diluncurkan soal dan pembahasan masing-masing kelas

  3. Dwi Nurwahjudi on April 19, 2010 | Permalink

    Apa guru di China juga disibukkan dengan penyusunan portofolio untuk mendapatkan penghasilan yg layak sebagai guru ?

  4. Dwi Nurwahjudi on April 19, 2010 | Permalink

    Ada yg saya lupa, meski saya tdk bisa bahasa China, tapi dari foto yg ditampilkan ada hal patut kita tiru, yaitu dalam mengajar matematika tdk hanya sekedar vonis jawaban saja yg diberikan kpd siswa, tetapi dasar dan penalaran bagaimana menemukan jawaban itu ternyata lebih penting. ( Mudah2an tulisan di papan tulis itu memang penjabaran penemuan jawaban, he..he..)

  5. shahia on May 13, 2010 | Permalink

    saya sangat terkejut sekali kenapa orang Indonesia tidak begitu yaa ???

  6. susi on June 30, 2010 | Permalink

    hebat! sebagai guru matematika saya sangat iri dengan kemampuan guru-guru cina. kapan ya indonesia dapat medali emas di IMO ???

  7. puguh on July 15, 2010 | Permalink

    hmm, maka dari itu indonesia tidak boleh kalah dari bangsa lain. sehingga indonesia mampu dipandang sebagai bangsa yang cerdas. tak usah mencontoh cina yang berprestasi tinggi, sebaiknya kita benahi diri kita masing – masing dahulu sehingga kita bisa mencontohkan seseorang yang baik tentang diri kita. yang intinya adalah semuanya berawal dari diri kita masing – masing.

  8. SOIB on July 15, 2010 | Permalink

    1. Bagaimana mau berfikir nalar siawa Indonesia, dari kebijakan di atasnya juga salah bentuk soalnya (objektif/soal UN) sehigga guru juga bagaimana anak didik dapat menjawab dengan cepat dan akurat.
    2. Kurikulum pembelajaran matematika istilahnya mekanisme (seperti mesin) juga mempengaruhi, tidak diajarkan nalar bagaiamana siswa berfikir kritis, semoga kita yang terlibat ada perubahan.

KIRIMKAN KOMENTAR

Email tidak kami publikasikan. Required fields are marked *

*
*

EDUKASIANA MOBILE

Edukasiana dapat juga diakses menggunakan perangkat telepon seluler yang mendukung Java

Silahkan download aplikasi Java MIDP berformat JAR berikut dan silahkan ditransfer/diinstal di ponsel Anda.

Download Edukasiana Mobile

TAG CLOUD

-->