dari laporan lab antivrus kaspersky menyebutkan bahwa saat ini target utama para hacker, peretas serta pembuat virus dunia adalah produk dari adobe, karena produk yang multi-platform dan sering digunakan, virus tersebut dari keluarga Exploit.Win32.Pdfka. virus ini kebanyakan menyerang adobe Reader dan Adobe Acrobat.
virus – virus yang menyerang adobe yakni : Exploit.Win32.Pdfka dan Exploit.Win32.Pidief semua ini menyerang produk dari adobe dengan jumlah total 47,5% yang hampir mendekati separuh dari total sarangan yang terdetaksi Kaspersky Lab.
Selain itu dari pantauan Kaspersky Lab selama tiga bulan pertama tahun 2010, ada tiga produk yang rentan terhadap serangan yakni pada produk Adobe, enam ditemukan di produk Microsoft, dan satu ditemukan di produk Sun
Ketiga kerentanan yang menyasar program Adobe tersebut ditemukan pada 23,37 %, 17,87%, dan 15,27 % dari seluruh komputer yang diperiksa oleh Kaspersky lab. Kerentanan pertama dan terakhir merupakan kerentanan kritis yang memungkinkan peretas mengambil kendali penuh atas sistem secara jarak jauh.
Selain itu banyak para pemakai program dari Adobe yang tidak menginstalasi patch yang dirancang untuk menghapus kerentanan peranti lunak tersebut oleh karena itu produk yang tidak ter-instalasi patch akan rentan terahadap serangan virus. Dari fakta tersebut pada tanggal 13 April lalu, Adobe meluncurkan update otomatis yang berjalan di background. Oleh karena itu untuk mengatasi serangan ini pengguna Adobe memperbaruhi produk yang di gunakan.
sumber : KOMPAS.com

KOMENTAR